KISAH PERI PART 9

ANTARA TRAVOLTA JOHN, BANJIR, DAN ‘HORE-HORE LULUS’ (HHL)

Hari Rabu pagi yang agak lumayan cerah membuat semangat Si Peri bergejolak bagai remaja bau terasi umur 17 tahun yang sedang semangat-semangatnya belajar dan berteman bagaikan anak-anak cheetah yang sedang hobi berlari (heh…opo to??-red). Ada apa sebenarnya?

Ternyata hari itu Si Peri akan bertemu dengan sahabat lamanya waktu SMA yaitu Peri Cempreng yang masih saja kurus seperti pengungsi korban kerusuhan pemberontak Pantai Gading. Rabu itu mereka janjian kencan untuk menyaksikan layar tancap di Gedung Film 53×7-25×14. Kencan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penyembuh rasa rindu yang meluap-luap dalam hati kedua anak peri tersebut.

Mereka pun sepakat menonton film eksyen yang tokoh utamanya diperankan bintang kesayangan Si Peri yaitu Travolta John yang dulu film-filmnya antara lain Ganti Rupa, Maikel, Hati yang Sepi, Bawa Daku ke Pelham 123, dan film-film penuh goyangan tahun 80-an. Kini dia muncul berduet dengan anak muda bau kencur, yang kata Putri Malu “Sumpah ganteng banget!!” (tampaknya akhir-akhir ini seleranya menurun-red), bernama Reese Meyer- Reese Meyer atau mirip-mirip itulah, dalam film asli Ngayogyakarta ‘Dari Parangtritis dengan Cinta’. Dalam benak masing-masing terbentuk suatu ekspektasi yang sama mengenai film tersebut: romantis, banyak adegan pantai, sensual, jingking, dan ‘Reese Meyer-Reese Meyer sapa gitu’ berperan sebagai tokoh dengan nama Cinta.

Begitu layar mulai ditancapkan, semua ekspektasi tersebut buyar seketika. Ternyata itu adalah film eksyen dengan durasi sekitar 100 menit yang sebentar lagi akan menjadi sampah jika Travolta John tidak ada di dalamnya. ‘Reese Meyer-Reese Meyer sapa gitu’ bermain dengan kemayu dan sok-sokan nggentho dengan jalan cerita yang tidak kuat sampai kemudian…jreng jreng jreng gluduk gluduk…datanglah Travolta John yang saat itu tampil dengan kepala plonthosnya menyelamatkan film dengan aktingnya yang kuat. ‘Reese Meyer-Reese Meyer sapa gitu’ seolah-olah terkubur hidup-hidup di hadapan aktor kawakan tersebut dan segera saja Si Peri lupa kalau tokoh utama film tersebut ada dua.

Setelah film berakhir, Si Peri dan Peri Cempreng sebenarnya ingin cepat-cepat saja berpisah agar tidak bosan kalau lama-lama bareng. Ternyata hujan deras disertai tiupan angin kencang melanda Gedung Film 53×7-25×14. Mereka pun terpaksa menunggu hingga setidaknya agak reda. Karena yang ditunggu tak kunjung tiba, mereka pun nekad menembus hujan tersebut.

Malang bagi Si Peri karena kali ini keputusannya salah. Begitu sampai di barat Amplas, jalanan menjadi macet tak berkesudahan. Dalam hati Si Peri sudah menduga jangan-jangan di depan sana sudah banjir seperti yang sering terjadi di jalan tersebut bila hujan cukup deras. Kendaraan pun sedikit demi sedikit mulai bergerak dan ternyata dugaan Si Peri 100% terbukti!! Mulai dari depan mantan AmHot hingga pertigaan jalan terbang jalanan tergenang air hamper setinggi lutut. Para pengendara kuda berkaki dua sudah banyak yang menuntun kudanya karena kudanya tak sanggup melewati air yang ternyata juga cukup berarus tersebut.

Si Peri tidak sekali itu saja mengalami kebanjiran di kawasan tersebut. Dulu dia cukup sering mengalaminya dan kini dia cukup pede karena telah berpengalaman. Tapi ternyata…banjir kali ini merupakan yang terparah di antara yang pernah dialami Si Peri. Karena tidak ada jalan untuk kembali, diapun nekad melewatinya dengan satu doa kepada Allah SWT agar Siro tidak rewel dan tetap istiqomah melewati genangan air tersebut. Dengan diiringi lagu shalawat, dzikir, dan tahlil, Si Peri pun bergerak dengan hati-hati melewati banjir. Makin ke timur airnya makin dalam dan Si Peri pun mulai panik karena kakinya sudah tidak keliatan!!! Duh Gusti..ini sama saja seperti nyebur ke kolam renang. Bedanya di sana baik air maupun pemandangannya bening, sedangkan yang ini airnya bikin badan gatal-gatal dua hari.

Karena para pemilik kereta beroda empat tidak merasakan kakinya basah dan gatal, mereka enak saja membunyikan terompet keras-keras kepada Si Peri yang merayap dengan kudanya sampai-sampai dia mau jatuh karena dianggap telah menghalangi jalan. Tapi Si Peri cuek saja dimaki, dihina, dan diteriaki macam-macam yang penting dia selamat dan dapat melewati rasa takutnya.

Setelah berjuang cukup keras, akhirnya Si Peri bisa melihat kakinya lagi ketika sampai di jalan terbang. Setelah itu perjalanannya lancar hingga ia selamat sampai di rumah. Alhamdulillah….

Keesokan harinya adalah hari yang bersejarah bagi beberapa sahabat Si Peri yaitu Pendekar Hina Dina, Bangsawan Batik, Putri Manis Agak Ndut, dan Bidadari Pintar. Mereka hari itu menjadi angkatan pertama Si Peri yang menjalani HHL (Hore-Hore Lulus-red). Si Peri bersama banyak sahabat pun ingin ikut merayakan kebahagiaan mereka dengan menemui mereka semua di acara tersebut. Berbagai hadiah dan bunga dibawakan sebagai ucapan selamat kepada para sahabat tersebut. Mereka yang kini hanya ikut merayakan pun dalam hati menjadi terpacu semangatnya untuk segera mengikuti jejak para sahabatnya dengan segera lulus dari Perguruan Dongeng yang mereka cintai dan banggakan. Meski harus berpisah dengan sahabat-sahabat lainnya, hal itu harus mereka jalani demi menyongsong masa depan cerah sebagai insan yang bermatabat, berdaulat, adil, dan makmur (opo hubungane je??-red).

Lalu apa hubungan antara Travolta John, banjir, dan HHL?? Jawabannya adalah tidak ada hubungan sama sekali, wong itu tadi cuma judul ya suka-suka saya dong. Dengan demikian H0 ditolak!!!

Pesan moral Part 9: Jangan lupa membawa payung sebelum hujan dan membawa sandal sebelum banjir.
Buat semua sahabat yang belum HHL, semoga pengerjaan perkamen akhir dan segala aktivitas terakhir kita di perguruan diberi kemudahan dan kelancaran. Amin.

Keterangan tokoh baru
Bangsawan Batik

Sahabat Si Peri yang satu ini dilihat sekilas tampak ra mbejaji (weh..sori Dab! Jas kiding kok-red). Tapi sebenarnya dia menyimpan kekuatan yang luar biasa. Dia pintar, baik hati, tidak sombong, suka menolong, dan juragan batik. Akhir-akhir ini usaha batiknya tidak nampak karena dia tengah sibuk mengerjakan perkamen akhir dan menjadi pembantu umum bagi Paman Guru Ahli Ilmu Kebatinan. Jika berbincang dengannya kita kadang tidak mengerti apa yang dia bicarakan karena bahasanya cenderung aneh dan bicaranya buru-buru. Tapi jika dia mulai bernyanyi…wuih…suaranya luar biasa indah. Sayang dia tidak punya kesempatan menyanyi dalam event besar di Perguruan Dongeng jadi suara indahnya kurang tereksplor.

Putri Manis Agak Ndut

Tidak ada karakter dongeng yang cocok dengannya sehingga penulis memberi nama suka-suka tanpa landasan teori dan hukum yang benar. Hehee…. Sesuai namanya dia manis dan agak ndut sehingga banyak orang memanggil namanya dengan embel-embel ‘ndut’. Tapi dia sangat rajin dan cekatan sehingga perkamen akhirnya termasuk yang cepat selesai dengan baik. Dulu dia pernah membatu Pangeran Hina Dina mengurus Kantin Kejujuran. Tapi kini tanpa sentuhan tangannya, kantin tersebut mulai mati dan tidak ada yang mengurus. Andai saja ada orang yang rajin seperti dia….(menerawang-red).

Bidadari Pintar

Dia adalah bidadari cantik dan lincah dari Perguruan Dongeng. Selain aktif berguru dan belajar, dia juga aktif di berbagai kelompok minat antara lain kelompok jurnalistik Perguruan Dongeng. Di sana dia begitu aktif sehingga namanya terkenal di seantero perguruan. Otak cerdas dan semangat tinggi membuatnya menjadi salah satu yang terpandai di angkatannya. Kini dia siap menapaki masa depan yang cerah dan gemilang.

Paman Guru Ahli Ilmu Kebatinan

Tidak ada yang bisa menyamainya dalam penguasaan ilmu kebatinan di Perguruan Dongeng. Ketenangannya bagaikan air yang mengalir di sungai yang tidak banjir dan beliau tidak suka banyak bicara, paling hanya ‘ya’ dan ‘tidak’. Di balik ketenangannya tersebut beliau menyimpan energi dan kekuatan yang tiada tanding sehingga akhirnya semua memilih beliau sebagai Pemimpin Ilmu Pengelolaan dengan harapan energi tersebut dapat tersalurkan secara positif. Para murid menyukai ketenangan beliau karena ketenangan tersebut membuat beliau menjadi sosok yang baik hati. Meski demikian harap hati-hati jika berhadapan dengan beliau di kelas. Beliau tidak banyak menuntut dan bertanya, tau-tau para murid banyak yang bunuh diri karena tidak lulus atau nilainya jelek. Waspadalah!!!

Comments (5) »

KISAH PERI SPESIAL SSC (Akhirnya terbit juga kisah yang dinanti-nantikan sejuta pembaca ini…-red)

Waktu dua bulan terasa singkat dan berat bagi beberapa tim SSC Perguruan Dongeng Mataram I. Salah satu tim SSC yang merasakan pahitnya dunia SSC tersebut adalah Tim SSC Gembira yang diketuai oleh Si Meong. Cerita kali ini akan mengisahkan kehidupan Tim SSC Gembira berdasarkan fakta dan bukti yang tak mungkin disangkal kebenarannya oleh semua pihak terkait. Dan yang dimuat dalam kisah kali ini hanyalah kisah-kisah yang menimbulkan kegemparan, kehebohan, tetesan darah, cucuran keringat dan air mata, serta menggugah rasa kemanusiaan (bagi yang manusia-red).

Kisah Prince Charming dan Dua Gadis

Alkisah di saat para anggota SSC Gembira gundah gulana tak berdaya berjuang melawan kerasnya kehidupan duniawi karena tidak bisa kencan bersama sang kekasih yang ditinggal pergi selama dua bulan, hiduplah segumpal daging bernama Prince Charming yang tidak merasakan suasana penuh keharuan tersebut. Ada apa gerangan??

Ternyata eh ternyata disana dia memiliki dua orang gadis pelipur lara dan sedih selama dua bulan tersebut sebagai pengganti kepiluan hatinya tanpa Dancing Queen. Kedua gadis tersebut bukanlah kembang desa yang polos dan lugu sehingga mudah tertipu akal bulus Prince Charming, melainkan dua gadis yang juga dirundung rasa rindu kepada sang kekasih hati yang tak lain tak bukan adalah Putri Tidur dan Thumbellina.

Dengan ke-charming-annya, dia mampu menggugah hati dua gadis muda kinyis-kinyis tersebut sehingga takluk dan mau saja diajak jalan-jalan serta diganggu jam tidurnya hanya untuk menghibur Prince Charming tersebut. Alhasil semua orang yang terlibat dalam kisah mengharukan mereka pun bertanya-tanya di dalam hati “APAKAH YANG SEBENARNYA TERJADI??” (dibaca seperti Insert Investigasi-red).

Meskipun demikian, kebersamaan mereka selama SSC merupakan wujud kasih sayang antarumat manusia (eh, Prince Charming ki ndak manusia??-red). Sekembalinya dari SSC, kini Prince Charming telah kembali ke dalam dekapan Dancing Queen yang imut, manis, dan menggigit itu. Sementara itu Thumbellina pun kembali berduet maut dengan KBK. Dan yang paling menghebohkan dan masih mengundang misteri adalah kedekatan Putri Tidur  dengan Pangeran Irung Meler yang masih dipertanyakan seperti apa hubungan mereka: pacaran, kakak-adik, sahabat, atau pelayan dan majikan??

Kisah Pangeran Tampan dan Putri Salju yang Berakibat Depresinya Putri Odil

Di belahan bumi lain, kisahnya tak seindah Prince Charming. SSC yang tadinya bermaksud gembira mendadak berubah menjadi mendung. Mengapa demikian? Setelah ditelusuri sepanjang garis pantai Indonesia, ternyata kedukaan itu muncul dari pondok Pangeran Tampan dan Putri Odil.

Pangeran Tampan yang tadinya begitu ceria dan makin ginuk-ginuk mendadak terserang penyakit superberat yaitu MALARINDU!! Tapi malarindu ini tingkatannya sudah berbeda dan terjadi akibat timbulnya sengketa antara Pangeran Tampan dan pujaan hatinya Putri Salju. Dalam waktu kurang dari 24 jam, status Putri Salju di situs jejaring sosial dan pertemanan MukaBuku seolah mengumumkan kegetiran hatinya dengan Pangeran Tampan.

Alhasil hari itu juga Pangeran Tampan menjadi bulan-bulanan media massa dan membuat gerah pondokannya terutama Putri Odil yang pada dasarnya suka heboh sendiri. Putri Odil pun meminta bantuan dari sana-sini agar ada yang mau membantu menghibur Pangeran Tampan yang makin hari makin kurus kering bagaikan bunga bangkai yang tinggal bangkainya saja. Berbagai lobi pun dilakukan kepada kedua belah pihak. Akhirnya di saat terakhir mereka pun kembali berbaikan dan bersama lagi. Hingga kini pun Pangeran Tampan dan Putri Salju tetap bersama. Semoga bahagia selalu sehingga Si Putri Odil tidak perlu ikut depresi seperti waktu itu.

Kisah KBM dan Putri Malu

KBM (Ksatria Bermotor Megapro-red) dan Putri Malu ditakdirkan hidup seatap senasib sepenanggungan selama dua bulan itu. Awalnya seluruh anggota Tim SSC Gembira merasa resah karena kehidupan berbangsa dan bermasyarakat antara keduanya bagaikan warna ijo lumut dipadu dengan pink menyala alias tidak match sama sekali.

Akan tetapi, hal tersebut tidak terbukti sama sekali. Meski Putri Malu seringkali mengalami siksaan lahir batin dari KBM, ternyata mereka kompak sekali seperti Lessie dan majikannya. Mereka sering pergi berdua, menghabiskan waktu dengan sia-sia berdua, mengajar TPA bersama-sama, dan sebagainya. Bahkan ketika masyarakat sekitar pondokan melakukan serangan, mereka dan teman-teman sepondokan lain bertahan bersama. Ibarat sebatang lidi mudah dipatahkan, sedangkan seikat lidi tidak mudah dipatahkan (opo hubungane?-red).

Pada akhirnya dua bulan SSC pun berlalu dengan penuh kenangan antara mereka berdua. Kini mereka kadang masih saling mengontak dan melemparkan hinaan satu sama lain, tetapi KBM kini tengah menjalani kehidupan yang damai bersama Putri Hello Kitty, sedangkan Putri Malu menjalani hidup bahagia bersama janin yang ada dalam kandungannya. Muahahahahaaa….(sori Peh..-red).

Kisah Pangeran Katak dan Thumbellina

Sebenarnya tidak ada kisah khusus antara mereka berdua. Kisah Thumbellina lebih bermakna ketika bersama dengan Prince Charming. Tapi karena kasihan Pangeran Katak kalau tidak ada partnernya, maka terpaksa Thumbellina kita munculkan lagi (hehehehe-red).

Selama SSC berlangsung, keduanya hidup rukun sekaligus saling menyakiti. Terutama Pangeran Katak selalu menjadikan Thumbellina sebagai bulan-bulanan. Mulai dari membuat motor Thumbellina ambyar, mengganggu kegiatan mencuci Thumbellina, hingga segala macam siksaan fisik maupun psikis. Pangeran Katak juga aktif mengisi hari-harinya dengan main remi bersama Pakde-Pakde dan teman-temannya. Meskipun demikian keduanya dapat melewati SSC dengan damai dan kini Pangeran Katak masih tetap bahagia bersama dengan Bidadari Jelita.

Kisah Si Peri dan Si Meong (ini pasti yang paling dinanti para penggemar..pede!!-red)

Alkisah Si Peri dan Si Meong hidup dalam pondokan yang terpisah jarak dan waktu. Keduanya masih berteman seperti diceritakan pada kisah-kisah sebelumnya. Kebersamaan keduanya selama SSC menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya bagai sepasang rusa di musim kawin (Ya Allah….aku nulis iki nganti isin tenan lho…tapi rasanya tidak fair menulis kisah orang lain begitu dramatis tetapi kisah sendiri ora dramatis..yo wis terpaksa saya lanjutkan!-red).

Perasaan kedua insan yang tengah dilanda asmara tersebut timbul ketika mereka mulai banyak berkegiatan bersama mulai dari membuat laporan, mengajar di SD, hingga pergi ke kota (ihii…-red). Seperti pepatah Jawa mengatakan, “Witing tresno jalaran kepekso” (sing ra ngerti artine pasrah waelah-res), hal itu membuat keduanya saling berkait. Bahkan sebagai wujud rasa cinta, Si Meong jadi lebih sering menginap di pondokan Si Peri agar bisa lebih lama bersama sampai diketahui Pak Dukuh serta beberapa warga (hehhe…-red) dan kemudian TERJADILAH!!!!

Dengan demikian, SSC yang tadinya membawa derita dan petaka bagi Si Peri kini membawa berkah dan anugerah. Dia telah bertemu dengan pangerannya yang tak lain adalah Si Meong, sahabat baiknya. Semoga mereka dapat bertahan hingga kapanpun dan mohon doa restu dari pembaca sekalian. ^^

Comments (4) »

Dari Penulis yang Aduhai

Mataram I, di hari yang berhujan deras hingga menyebabkan banjir di depan Plaza Ambarukmo (weladalah…jujur tenan)

Ytc. Para Pembaca Kisah Peri yang Masih Mau Membaca Kisah Peri
Di tempat

Dengan khidmat,
Saya yang bertandatangan di bawah ini selaku penulis cerita wagu berjudul “KISAH PERI” memohon maaf yang setulus-tulusnya setulus kulit yang dirawat dengan sabun lux (eh, kui mulus ding..-red) kepada pembaca sekalian atas kelalaian, kekhilafan, kealpaan, dan kemalasan saya dalam menulis cerita wagu ini.

Terhitung hingga hari ini berarti saya telah lalai membuat “KISAH PERI” selama 7, 63 bulan yang berarti mengurangi waktu yang tersia-sia oleh pembaca sekalian untuk membaca cerita ini. Oleh karena itu wahai para pembaca, sebagai ganti kekhilafan ini, saya selaku penulis pada hari dan jam ini juga akan menerbitkan DUA SERI KISAH PERI SEKALIGUS yaitu KISAH PERI SPESIAL SSC (halah…wis basi Cuk!-red) dan KISAH PERI PART 9.

Demikian surat ini saya buat dengan ikhlas dan tanpa sandiwara maupun tipu daya. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih muah-muah dan MERDEKA!!

Hormat saya,
Ttd
Penulis

Leave a comment »

SSC Hari Ke-5

Makan, tidur, rapat pemuda, arisan PKK, TPA, proposal, K-1, K-2, K-3, R-1, LRK, JOK, hwaaaaaaaaaaahhhhh…susah bikin istilahnya dalam Negeri Dongeng.
Si Periiiiiiiiiiii!!!!!
Cepat Kembali!!! Please!!

_Odil_

Leave a comment »

KISAH PERI PART 8

UDAN BANTER AKHIRNYA USAI!! BERSIAP UNTUK SSC…KYAAA!!!

UDAN BANTER yang mengakibatkan para siswa Perguruan Dongeng kehilangan masing-masing tiga perempat nyawanya telah selesai dengan sukses!!(kecuali yang tidak sukses pastinya-red). Ada yang wajahnya seperti mau bunuh diri karena merasa tidak sukses, ada yang mulutnya keluar busa karena muak menghadapi kenyataan hidup, ada yang berwajah cerah ceria karena merasa sukses, dan ada pula yang wajahnya puas karena telah berhasil berimprovisasi saat menjawab soal-soal yang lebih banyak ngawurnya daripada benarnya. Apapun reaksinya, yang penting UDAN BANTER telah berakhir! Ayo buang semua perkamen-perkamen k*****t itu!!!! (mohon maaf ini pisuhan jadi disensor-red)

Walaupun UDAN BANTER usai, ada satu tantangan lagi yang harus dihadapi semua warga Perguruan Dongeng jika ingin bisa lulus dari perguruan yaitu wajib hukumnya mengikuti Short-Semester Camp (disingkat SSC-red) selama 2 bulan di lokasi-lokasi nun jauh di sana. Sebenarnya persiapan untuk SSC ini sudah berlangsung sejak sebelum Kisah Peri terbit, akan tetapi Si Peri pura-pura lupa saja agar tidak perlu menambah beban hidupnya yang memang berat (halaaah…sok yes!-red) sehingga masalah kegiatan SSC ini baru saja dilontarkan (liat lagi Kisah Peri Part 7-red). Alangkah baiknya di kesempatan ini kita bahas bersama. Monggo….

SSC dimulai sejak jaman negara Indonesia baru saja merdeka dari jajahan kolonial Belanda maupun 3A-nya Jepang (eh, bener ra sih 3A??-red). Yang melakukan SSC pertama kali adalah Perguruan Dongeng Mataram I baru kemudian setelah itu banyak perguruan di dunia persilatan lain yang mengikuti jejaknya. Tujuannya sederhana: agar para siswa yang sudah susah payah masuk di Perguruan Dongeng tidak bisa cepat-cepat lulus. Yahahahaaa…gak ding didobosi sing nulis ki, ncen sing nulis ki m****k tenan! (disensor lagi karena misuh lagi! Edisi ini mungkin akan banyak sensorannya-red)

Tujuannya adalah agar semua ilmu yang sudah diperoleh selama belajar di perguruan dapat dipraktekkan di dunia nyata yang kejam ini. Seperti yang dikatakan oleh Toyota, “Practice makes perfect.” (weeehh…sangar iso boso English barang ki-red). Yang jadi sasaran pelampiasan praktek macam-macam ilmu itu tak lain tak bukan adalah rakyat Negeri Dongeng yang dianggap kurang maju sehingga harus dibantu agar bisa lebih berkembang (hooh po? Aku yo jane mung ngarang wae sih..hohooo-red). Waktunya cukup lama yaitu selama 2 bulan penuh di kala semua insan pendidikan libur menyambut tahun ajaran baru. Selama itulah para siswa tidak diperbolehkan kabur dari lokasi SSC dan secara penuh mengabdi dengan ikhlas serta penuh kesabaran, tanggung jawab, lapang dada, jiwa ksatria, dan pasrah bongkokan.

Tentunya hal ini mengakibatkan para pasangan yang selama ini memadu kasih bersama di Perguruan Dongeng terpaksa harus berpisah selama itu. Contohnya: KBM dan Putri Hello Kitty yang menyebabkan Sang Putri bete abiz gara-gara SSC berlangsung saat dia sedang ultah sehingga mereka tak dapat bersatu. Pangeran Tampan dan Putri Salju yang juga terpisah oleh takdir gara-gara SSC juga tak dapat bersua. Selain itu masih ada Prince Charming yang harus berjauhan dengan Dancing Queen-nya yang imut, walaupun tampaknya Prince Charming tidak terlalu peduli. Untungnya tetua gerombolan SSC yang diikuti KBM dan Pangeran Tampan (KBM dan Pangeran Tampan segerombolan dengan Si Peri juga lho-red), yang tak lain tak bukan adalah Si Meong, memberi keleluasaan penuh bagi para pasangan ini untuk bisa bertemu pada saat-saat tertentu, saat gairah masa muda mulai membuncah di dalam dada laksana sepasang berang-berang di musim kawin (sumpah, ki bosone marai aku pengen menghabisi nyawaku-red). Sungguh mulia hati Si Meong!!!

Kalau mengingat masa-masa jahiliyah dulu saat para siswa bertempur heboh dengan para perancang SSC ini, yaitu SI BANGSAT (ini bukan pisuhan melainkan singkatan dari Asosiasi Pengembang Masyarakat-red) karena mereka dengan semena-mena membuat aturan yang menimbulkan ambiguitas, waktu itu rasa-rasanya SSC sungguh menyebalkan dan ingin dimusnahkan dari muka bumi saja. Tapi kini setelah semua pertikaian dengan SI BANGSAT terlewati, para siswa tampaknya mulai semangat menghadapi SSC ini walaupun ada juga beberapa siswa yang kurang antusias seperti Thumbellina, KBK, dan Si Peri (nek Si Peri ketoke cen bosan hidup deh opo2 ra antusias-red).

Apapun yang akan terjadi saat SSC nanti, kini sudah saatnya kita semua bersiap-siap wahai saudara-saudara sebangsa setanah air. Yang punya kasur, kasurnya dibawa. Yang punya kulkas, bawa juga boleh. Yang punya komputer jinjing, dibawa juga biar bisa ngetik plus ada hiburan. Yang cuma punya baju, bajunya jangan lupa dibawa. Yang cuma punya harga diri, dibawa juga boleh. Yang bahkan harga diri pun tak punya, ke laut aja deh kawin sama sotong!!

Pesan moral Part 8: Selamat mengikuti SSC wahai Saudara-Saudariku!! Yang Turgenen jangan lupa bawa kasur kalo tidak ingin klesotan di lantai yang baru!!^^

Dari penulis: Salam taklim! Sodara-Sodaraku, Kisah Peri selama dua bulan ke depan diusahakan untuk tetap diteruskan walaupun saya yakin kesempatan kalian untuk membaca sebenarnya tidak ada dan bahkan kesempatan saya untuk menulis pun masih dipertanyakan..hehe…. Yang jelas kalo terbit, judulnya akan menjadi “Kisah Peri Edisi SSC” ^^. Apapun itu, yang pasti saya mendoakan semoga Sodara-Sodara sekalian sukses, selamat, sehat walafiat, sentosa, panjang umur, bahagia, selama-lamanya dalam menjalani SSC besok. Lupakan aturan dari SI BANGSAT, SING PENTING SSC..wohohohohooo..Adios!

Comments (7) »

PERKAMEN AKHIR DEBAT KUSIR

Huhh…sungguh menarik berpartner dengan Si Peri mengerjakan perkamen akhir Debat Kusir.  Sebenernya Odil sudah menyadari sejak awal bahwa Peri adalah orang (walaupun belum terbukti secara empiris bahwa dia bener2 manusia) yang jenius dan a very quick thinker.  Odil dan Peri baru tahu empat hari sebelum deadline bahwa Perkamen Akhir Debat Kusir itu harus dikumpulin hari Senin, 8 Juni 2009.  Matilah, pikirku.  Namun, mengerikannya (sebenarnya tidak mengejutkan), Si Peri tidak merasakan hal itu sebagai hal yang gawat.  Astagfirullah.  Tiada rasa bersalah dan tiada rasa gundah gulana, dia bahkan belum baca kasusnya.  Odil hampir saja mengadakan istighasah kubra untuk menenangkan diri.

Akhirnya deadline mendekat.  Bukannya dikerjain hari Minggu, malah dikerjain Senin dini hari!Modarrrrrrrrrrr.Minggu malem, Odil yang biasanya teratur dan terencana, malah kesambet Si Peri dan nonton British Got Talent. Hiks2222x.  Udah kaya satpam ronda malem, Odil dan Si Peri gantian bangun untuk mengerjakan perkamen akhir Debat Kusir.

Disinilah kehebatan Si Peri terlihat.  Odil tidur beberapa jam.  Waktu bangun, bagian pendahuluan udah jadi!!!!!!Wooooooooohahahahahah.  Keren sekali Si Peri.  Odil sampai kehabisan kata-kata.  Perkamen akhir selesai pukul 14.30, tapi Odil dan Si Peri belum mandi, lupa mencetak perkamen sumpah-kelapa-tidak meniru-mencontek-dan-mengintip, dan belum menyiapkan tetumpakan yang akan digunakan untuk pergi ke perguruan.  Si Peri diutus oleh Odil ke lodong tetangga untuk mencetak…eeeeeeeehhhh ternyata dia tidak bisa mengoperasikan alat pencetak perkamen.  Haduh-haduh.  Pusing.

Akhirnya, perkamen akhir Debat Kusir yang amat minimalis dikumpulkan pada pukul 15.30.  Nyaris tekanan darah sampe 300 waktu Odil sudah naik ke lapisan 3 perguruan padahal ternyata dikumpulkan di lodong pengurus perguruan lapis 1!  Menyebalkan.

Inti cerita: Si Peri sangat mengagumkan dan menyebalkan di saat yang sama.

_Putri Odil di Negeri Seberang yang Merindukan Kebodohan Si Peri_

Comments (2) »

KISAH PERI PART 7

NB. Sebelumnya saya mohon maaf kepada para pembaca karena vakum dari dunia persilatan cukup lama. Padahal para pembaca sudah gatal dan tidak sabar untuk segera mengetahui kebodohan macam apalagi yang akan terjadi. Oleh karena itu sekali lagi saya mohon maaf yaa…. Selamat membaca!!

PERGURUAN DONGENG SEDANG UJIAN: DON’T DISTURB!!!

(Weh..nggaya tenan nggo boso Inggris barang je…-red)

Terhitung sejak tanggal 14 Juni tahun 2009 kalender Syamsiah atau berdasarkan perhitungan revolusi bumi terhadap matahari atau Masehi, Perguruan Dongeng mengadakan kegiatan rutin tiap enam bulan sekali yang begitu menghantui mimpi-mimpi anak remaja di seantero Negeri Dongeng yaitu Ujian Dan Pertanggungjawaban Semester (disingkat UDAN BANTER-red). Kegiatan marmos ini berdurasi selama 14×24 jam alias 2 minggu minus hari Sabtu dan Ahad yang memang sejak jaman Revolusi Industri dijadwalkan sebagai hari libur.

Seminggu sebelum UDAN BANTER, para murid diberi waktu untuk menenangkan diri dan pikiran jelang ujian dengan diberi liburan. Bukannya tenang dan damai, para murid justru berbusa-busa mengerjakan perkamen-perkamen akhir yang banyak kata dan halamannya setara dengan Guiness Book World of Records yang kalau dilemparkan ke kepala sapi bisa menimbulkan amnesia pada sapi dan semuanya harus dikumpulkan ketika UDAN BANTER berlangsung. Alhasil pendapatan PLN bulan ini meningkat drastis karena para murid Perguruan Dongeng pasti mengkonsumsi listrik lebih banyak dari biasanya.

Si Peri, selaku tokoh utama yang harus selalu tampil di setiap part (huuu…mekso-red), tak ketinggalan merasakan beban mental dunia tersebut. Bedanya adalah para sahabat yang lain mengerjakan dengan niat tulus ikhlas serta semangat yang tak kalah dari semangat tempur Jenghis Khan (contoh: kedigdayaan Putri Malu dalam mengerjakan perkamen akhir Debat Kusir; kehebatan KBK, PGBS, dan KBH-RX yang mencoba menyelesaikan perkamen Pertukaran Informasi Bisnis dalam semalam; semangat Putri Tidur yang meskipun sakit-sakitan tetap bertahan mengerjakan perkamen Pengelolaan Konsekuensi; Si Meong yang selalu tampil dengan wajah jelek karena memikirkan tugas-tugas dengan serius tapi entah kapan dikerjakan; KBM, Prince Charming, Pangeran Katak, dan PIM yang sibuk mengarang untuk perkamen di kelas Tingkah Polah Pembeli; serta Sampek dan Engtay yang terlihat sering ngendon bersama di padepokan perguruan sambil menatap komputer jinjing), sedangkan Si Peri lupa-lupa ingat dengan tugasnya dan lebih memilih jalan-jalan.

Satu-satunya perkamen yang dikerjakan dengan cukup serius adalah perkamen super tebal untuk kelas Strategi Organisasi Dongeng Menghadapi Dunia yang Kejam pimpinan Mahaguru HaHa. Dengan berduel mawut dengan Si Meong yang berotak cemerlang, memperkosa komputer jinjing baru milik Putri Malu, serta memperdayai Dwarf Hightech agar mau mencetak perkamen tersebut, diiringi ucapan syukur serta tangisan haru dari segenap sanak saudara dan handai taulan, perkamen yang selalu menghantui Senin malam yang indah selama satu semester ini selesai juga!!! UYEAAHH!!! Perkamen berjumlah total 75 halaman ini pun menjadi salah satu karya kebanggaan bangsa selain Jembatan Suramadu. Jika ada waktu, kesempatan, sumberdaya, dan kapabilitas, ingin rasanya paper tersebut diupload di internet dengan harapan memberikan manfaat bagi siapapun yang ingin melakukan analisis yang sama (wah, bahasanya cukup formal! Jebule aku ampuh tenan-red). Sayangnya untuk diupload harus dialih bahasakan ke bahasa English, jadi sekalian promosi siapa yang mau men-translate paper mejik kami?? (hoho…)

Kembali ke masalah UDAN BANTER, sampai minggu kedua ini sudah banyak keluhan berdatangan dari para murid yang merasa salah dalam menjawab soal-soal entah karena salah memahami soal, salah memasukkan rumus, salah hitung, salah tulis, hingga salah karena telah dilahirkan (Si Peri masuk kategori terakhir tentunya-red). Yang jelas Si Peri belum menemukan sesosok makhluk yang tampak sukses dalam mengerjakan ujian. Si Peri hanya berharap semoga dia dan sahabat-sahabatnya mampu melewati UDAN BANTER dengan sukses. Jangan sampai kegiatan ini mengganggu kegiatan penting lain yang akan berlangsung tepat setelah UDAN BANTER usai yaitu kegiatan Short-Semester Camp (disingkat SSC atau Kamp Semester Pendek, iki kamsude KKN, lha aku bingung meh njenengi opo…membaca saja saya sulit-red).

Bagaimanapun juga, UDAN BANTER tinggal satu hari lagi!!!! Masih ada sehari penuh cucuran keringat dan air mata lagi yang harus dilewati. Oleh karena itu, semuanya berjuanglah!! Bagi yang sudah selesai ujian, GO TO HELL (hehe…gojeg-red).

Pesan moral Part 7: Selamat menempuh UDAN BANTER kawan-kawan!! Semoga semuanya diberi kemudahan, keberuntungan, dan kesuksesan. Amin…

Comments (8) »